selamat datang
Sedikit Tentangku
- kahar mappasomba
- memiliki keluarga yang sangat menyayangi satu sama lain 1. tampan 2. tinggi 3. penyayang 4. romantis 5. poros tengah 6. ...?
cermin, dasi, dan sepatu
pagi ketika sedang hujan
ada basah yang bahagia,yang meronta ronta menuju wujudmu
ketika menunggu,
pada jendelaku dengan kaca yang tak terawat
aku menemukan bayanganmu yang membias bersama cahaya
aku melihat senyummu yang menggulum.
apa itu untuku
ahh..engkau memilki janji untukku siang ini,
dan iya..aku akan menunggu..menantikanmu dengan bahagiaku,
dan di cermin itu, aku menemukan sosok yang lain..
sosok yang lebih dari sekedar nyata
ia ada dan berwujud lelaki..
ahh...aku mulai merasakan cinta lagi...
di teras kamarku
duduklah lelaki yang juga memiliki senyum
sepertinya dia juga mencintaiku
sangat dalam ia menatapku..
tak bersepatu
seperti engkau dengan dasi yang ku ikatkan padamu
setelah pagi
sebelum engkau meninggalkanku...
aku tak butuh sepatu dengan dasi..
aku tak butuh lelaki yang berpatung di depan cermin
aku ingin lelakiku..
yang sederhana tapi luar biasa dalam mencintaiku..
ini untukmu..yang masih lelakiku...
cinta untuk layla
untuk mu tak hanya sekedar kata yang senantiasa ku ucapkan
apalagi kata yang hanya untuk menyenangkanmu,
tidak....
engkau lah pelabuhanku..
tepian pantai yang akan selalu kudatangi ketika inginku terhadap senja..
hatimu adalah adalah sandaranku ketika ku lemah dan tak berdayaku..
engkau lah yang senantiasa membahagianku,
memang..
kenangan bagiku adalah hal yang penting untuk membentuk hidup kita
pada kenangan kita dapat berkaca tentang masa depan
pada kenangan kita dapat mengukur hari ini
namun...
semuanya kulakukan pun juga karenamu..
agar ku tak melakukan lagi kesalahan ku di masa lalu..
agar ku lakukan yang seharusnya kulakukan
dan melakukannya pun hanya untukmu.
seperti ku pernah berujar..padamu lah semua kata tentangku bermuara.
dan itu tak hanya sekedar kata untuk meyakinkanmu...
tentu engkau masih ingat,
perempuan surga
kebingunganlah yang menuntunku menuju wujudmu..
aku tak berhenti pada kata..hanya pada rasa aku akan tetap setia menyampaikannya..sosok kekasihku adalah perempuan surga...
aku menemukannya dalam bentuk yang juga membingungkan....
... aku tak melakukannya dengan maksud membunuhmu ataupun juga melahirkan kebingungan yang perlahan pasti akan menghampirimu...
jika hanya ada 1 maka hanya akan ada 2 pilihan...pilihan untuk melakukannya atau tidak melakukannya denganmu...dalam kisahku ada banyak bukan hanya 1 ataupun 2...bagiku ini bukanlah persoalan ...nominal...
aku mencintai perempuan surga.///
mencintaiku...ternyata bagimu hanya hingga pukul 01.00,
selebihnya....engkau kemana??
tepatlah aku memilih perempuan surga....bukan dan tidak ,,,
engkau kemana setelah pukul 01.00...?
tak kutemukan dirimu di sampingku..tempatmu merebahkan ragamu ketika engkau mengeluhkan lelah setelah perjuanganmu seharian...
aku menunggumu setelah itu,
katamu.,..engkaulah yang pertama yang akan kutemukan ketika ku terjaga di pagi ini
aku ke kampus
...pulang...
dan engkau tak jua kutemukan...
yang kau titipkan di hatiku telah kusemai dengan rindu...tak jua kata yang kau ucapkan padaku disaat pergimu..kaulah kekasih yang mewujud kunang-kunang...perempuan surga yang meninggalkanku(kuharap tak akan lama)...
dengan pelan dan perlahan menjauh,,masih terbayang lambaianmu sore tadi...
esok
di suatu senja
temui aku lagi
agar aku memilikimu lagi dengan wujudmu
tapi
maafkan aku sayangku....maafkan aku jika hari ini dan esok aku harus mengabaikanmu,juga dengan rinduku..sedang ada yang terjadi dengan hatiku...dan itu ku tak sanggup...
kesalahanku yang sama telah berulang...
sungguh aku pernah sangat merindukanmu,
atas nama kenangan
kurasa juga tentang kisah yang terjalin
antara aku dan kenangan
bukan ingin menyampaikan kebosanan
bukan pula tentang caramu yang kadang tak kuterima dalam hal mencintaiku
aku paham dengan hal yang tak pernah ingin kau utarakan
bersamamu di masa lalu adalah bagian dari sebuah perjalanan yang serasa ingin terjadi lagi dalam rentetan waktu yang sebentar lagi kulalui...
namun bukan lagi dirimu yang kuingin tuk melaluinya,,,
aku telah menemukan bagian yang hilang dari sebuah kemenangan
kau memang seperti gunung yang menjulang
hanya bisa kudaki
tak mungkin bisa kupeluk
aku hanya mencintaimu atas nama kenangan
perempuan bayang bayang
kutitipkan sepetik kata dimimpimu
yang kuingin kau iringi
dengan air mata dalam candamu
datang memhampiriku saat senja tak ingin pulang
saat kau disana menemaniku bermimpi
sudalah..........
sebab itu tlah terjadi di mimpiku kemarin
kuncup bersama bunga yang dulu pernah kusuguhi puisi
dalam wujud bayang bayang
dan semoga aku tidal pernah lupa
dan selalu menjadi pengecut
seperti yang kau kenal selama ini
sebab aku tak ingin mengatakan
apa yang harusnya aku kukatakan
Ajari aku selingkuh
Kini ia datang lagi dan enggang untuk sekedar menyapa
Pada aku sedang berbunga bunga malam ini
Itu dikarenakan aku menemukan bunga lagi untuk kesekian kalinya
Aku ingin selingkuh
Itu hal yang sebenarnya ingin aku katakana padanya
Aku tak ingin lagi bersamamu
Menjalin kisah yang entah kapan ada titiknya yang jelas
Aku muak dengan hal hal yang telah kurasakan biasa denganmu
Aku ingin ada hal hal yang baru
Itupun jika aku berpikir untuk kembali lagi padamu
Jika suatu saat selingkuhanku mencampakkan aku
seperti yang dilakukan tuan terhadap anjing peliharaannya
tadi aku bersamanya menikmati lembayum senja
kemarin aku bersamanya menyapa rembulan
besok kami berjanji menikmati embum di Bukit bintang
entah apa yang kami lakukan lusa
sebab kami selalu ingin melakukan hal yang baru
aku memang binatang
tapi…
itulah yang membuatku suka padamu
makassar, 15 september 2006
Senja kini
Mencoba berpaling dan entah ia akan pergi kemana
Sebab kuharap ada saat saat dimana ia akan kembali
Kembali mengingat apa yang seharusnya senja lakukan
Namun kemarin senja menusuk jantungku dengan belati
Belati yang
Sepert saat kita menikmati senja di lipata sore kala itu
Aku masih teringat akan indahnya sebuah cerita kehidupan
Apabila kita menikmatinya dengan senyuman
Di saaat berdua denganmu adalah kebahagiaan yang tak akan pernah sudah
Namun kemarin kau menusuk jantungku dengan belati
Belati Yang kau petik dari senja yang merona tepat pada saat kita bersama
Juga kemarin saat saat itu
Matiku dan …………… itu
Matiku dan …………… itu
Mari berpacu dengan waktu
Lewatilah waktu
Hingga waktu tak lagi bisa mengejarkisah kita
Bicaralah pada wa ktu Dengan pembicaraan yang berbekas
Hingga waktu pun tak bisa melupakan kisah kita
Namun, jujurlah dengan waktu
Agar kau abadi bersama waktu
jika ada yang ingin membunuhku hari ini
kabarkanlah padaku
katakan padanya kalau aku rela mati demi …….
tapi aku tak ingin mati sia sia,.
Mati pun aku ingin di pangkuanmu
Setelah aku mati nanti
Jangan ada yang menangis
kematianku bukan untuk ditangisi
Berbahagialah,
karena tak ada lagi yang akan menghalang dalam
tiap langkah dalam menggapai tujuanmu
Kecuali kita memang sama dalam …….
selama aku masih hidup,
kau tidak akan bisa mati dengan tenang, apalagi hidup tenang,
tapi jangan kira setelah mati, …… dan cintaku akan mati pula
aku akan tetap hidup abadi mengawal ……
karena dalam mati pun aku akan melakukan ……. itu
dan,,,,
berbahagialah orang yang memiliki angan angan
karena Angan – angan
adalah pedoman Kita dalam menjalani hidup
Dan perisai dari segala cobaan itu
adalah kejujuran semata
malu
anak-anak lokal sepereti tak mau tahu
mungkin mereka jenuh
tapi aku tak berhenti
akhirnya orang-kota
menyuapinya dengan sampah
mereka tak lagi peduli
anak-anak lokal sepereti tak mau tahu
mungkin mereka jenuh
tapi aku tak berhenti
akhirnya orang-kota
menyuapinya dengan sampah
entah akan seperti apa
pada hari yang kemuadian akan tiba
adakah aku juga akan tetap peduli
peduli dengan perasaan mita masing masing
besok kita akan seperti apa
mulai dan tentukanlah di hari ini
ini baru sekedar
aku,parempuan dan sejarah
aku tersesat
dalam belantara ritualitas pengulangan sejarah
sebelum aku
entah dirimba mana kisah ini ada
bukan cerita sejarah cinta romeo dan juliet ataupun laila dan majenun
ialah aku tesesat sendiri
ialah aku berbicara sendiri
ialah aku mengawali sendiri
ialah aku menyadari sendiri
hadirmu, yang memang tanpa kata tanpa wajah
kukubur dalam ketidak mengertianku sendiri
bernisankan sebuah pilar keyakinan
aku berhenti
mengukir sejarah tak berawal
yang berkesudahan
sejarah!!!
catatlah aku
bila ada yang bertanya
mengapa aku nampak tak betah
katakan
aku sedang mencari baris terakhir dari setiap puisi
yang selalu belum selesai aku tuliskan
itulah sebabnya mengapa aku tak menghadirkan namamu tak berwajah
itulah sebabnya mengapa aku membangun konplik
dalam belantara pemikiranku tentangmu
itulah sebabnya mengapa aku menghadirkan pusi ini untukmu
agar kau baca dan selami makna setiap kata
karena kaulah sang penerjemah
barais baris terakhir
puisi puisi ini