selamat datang
Sedikit Tentangku
- kahar mappasomba
- memiliki keluarga yang sangat menyayangi satu sama lain 1. tampan 2. tinggi 3. penyayang 4. romantis 5. poros tengah 6. ...?
Matiku dan …………… itu
Matiku dan …………… itu
Mari berpacu dengan waktu
Lewatilah waktu
Hingga waktu tak lagi bisa mengejarkisah kita
Bicaralah pada wa ktu Dengan pembicaraan yang berbekas
Hingga waktu pun tak bisa melupakan kisah kita
Namun, jujurlah dengan waktu
Agar kau abadi bersama waktu
jika ada yang ingin membunuhku hari ini
kabarkanlah padaku
katakan padanya kalau aku rela mati demi …….
tapi aku tak ingin mati sia sia,.
Mati pun aku ingin di pangkuanmu
Setelah aku mati nanti
Jangan ada yang menangis
kematianku bukan untuk ditangisi
Berbahagialah,
karena tak ada lagi yang akan menghalang dalam
tiap langkah dalam menggapai tujuanmu
Kecuali kita memang sama dalam …….
selama aku masih hidup,
kau tidak akan bisa mati dengan tenang, apalagi hidup tenang,
tapi jangan kira setelah mati, …… dan cintaku akan mati pula
aku akan tetap hidup abadi mengawal ……
karena dalam mati pun aku akan melakukan ……. itu
dan,,,,
berbahagialah orang yang memiliki angan angan
karena Angan – angan
adalah pedoman Kita dalam menjalani hidup
Dan perisai dari segala cobaan itu
adalah kejujuran semata
Rambut vs senyummu dinda
Rambut vs senyummu dinda
Tidakkah kau sadar….
Bahwa ketika rambutmu kau urai
Berapa banyak lelaki yang hasratnya meronta-ronta?
Tidakkah kau sadar…
Bahwa ketika kau tersenyum
Berapa banyak lelaki yang sukmanya akan terlepas dari raganya?
Dinda…
Senyuman dan rambut teruraimu menghadirkan senja
Membawa mantra penakluk sukma
Mengcipta kerinduan yang tak berpaling
Atas nama perempuan,
kau dapat mempercayaiku
meski kau pun bukan jawabannya
Namun
tersenyumlah
urailah rambutmu
tetaplah mengadirkan senja
sebab itulah yang membuat kau ada
apartemen irak, 18- 09- 2006
00.46
malu
anak-anak lokal sepereti tak mau tahu
mungkin mereka jenuh
tapi aku tak berhenti
akhirnya orang-kota
menyuapinya dengan sampah
mereka tak lagi peduli
anak-anak lokal sepereti tak mau tahu
mungkin mereka jenuh
tapi aku tak berhenti
akhirnya orang-kota
menyuapinya dengan sampah
entah akan seperti apa
pada hari yang kemuadian akan tiba
adakah aku juga akan tetap peduli
peduli dengan perasaan mita masing masing
besok kita akan seperti apa
mulai dan tentukanlah di hari ini
ini baru sekedar
aku,parempuan dan sejarah
aku tersesat
dalam belantara ritualitas pengulangan sejarah
sebelum aku
entah dirimba mana kisah ini ada
bukan cerita sejarah cinta romeo dan juliet ataupun laila dan majenun
ialah aku tesesat sendiri
ialah aku berbicara sendiri
ialah aku mengawali sendiri
ialah aku menyadari sendiri
hadirmu, yang memang tanpa kata tanpa wajah
kukubur dalam ketidak mengertianku sendiri
bernisankan sebuah pilar keyakinan
aku berhenti
mengukir sejarah tak berawal
yang berkesudahan
sejarah!!!
catatlah aku
bila ada yang bertanya
mengapa aku nampak tak betah
katakan
aku sedang mencari baris terakhir dari setiap puisi
yang selalu belum selesai aku tuliskan
itulah sebabnya mengapa aku tak menghadirkan namamu tak berwajah
itulah sebabnya mengapa aku membangun konplik
dalam belantara pemikiranku tentangmu
itulah sebabnya mengapa aku menghadirkan pusi ini untukmu
agar kau baca dan selami makna setiap kata
karena kaulah sang penerjemah
barais baris terakhir
puisi puisi ini